8 Tips untuk Printer 3D dalam Mencetak Model
1. Aturan 45 derajat
Tonjolan apa pun yang melebihi 45 derajat memerlukan bahan pendukung tambahan atau keterampilan pemodelan yang cerdas untuk menyelesaikan pencetakan model, mendesain sendiri penyangga atau objek penghubung (kerucut atau bahan pendukung lainnya), dan mendesainnya ke dalam model Anda.
2. Usahakan untuk menghindari penggunaan bahan pendukung dalam desain.
Meskipun algoritma pendukung telah meningkat dari waktu ke waktu, material pendukung tetap akan meninggalkan bekas pada model setelah dilepas, dan proses penghapusannya juga akan sangat memakan waktu. Cobalah untuk mendesain model Anda tanpa bantuan material pendukung sehingga dapat langsung dicetak 3D.
3. Mendesain alas pencetakan
Dalam pencetakan model, alas perekat akan dipasang, tetapi jenis alas ini perlu dilepas. Untuk menempatkan model, kita dapat mendesain alas berbentuk cakram, kerucut, atau bentuk yang lebih menarik untuk memperindah model. Hal ini untuk menghindari pekerjaan mencetak dan membongkar alas tambahan.
4. Gunakan cangkang secukupnya
Pada beberapa model dengan persyaratan presisi tinggi, tidak disarankan untuk menggunakan terlalu banyak lapisan pelindung (shell). Terlalu banyak lapisan pelindung akan menyebabkan detail menjadi kabur, terutama pada model dengan teks dan tekstur kecil yang tercetak di permukaannya.
5. Sesuaikan arah pencetakan untuk meningkatkan akurasi.
Baik itu printer FDM atau LCD/DLP, akurasi sumbu Z lebih tinggi daripada sumbu XY. Oleh karena itu, untuk beberapa bagian model yang halus, jika akurasi sumbu XY tidak dapat dipenuhi, disarankan untuk menyesuaikan arah dan mencetak bagian tersebut sepanjang sumbu Z. Untuk beberapa model yang lebih detail di semua arah, seperti model buatan tangan, model tersebut dapat dipotong dan dicetak secara terpisah lalu dirakit kembali.
6. Sesuaikan arah pencetakan agar tahan terhadap tekanan.
Jika Anda mencetak pilar secara vertikal, pilar tersebut akan mudah patah, karena arah sumbu Z adalah ikatan antar lapisan, yang jauh kurang kaku daripada material sumbu XY dan memiliki kapasitas gaya yang lebih besar, sehingga harus disesuaikan sesuai dengan gaya arah pencetakan model. Dan dalam pemodelan, kita perlu menebalkan arah gaya secara tepat untuk meningkatkan kapasitas gayanya.
7. Manfaatkan lebar garis dengan baik
Apakah model hasil cetak 3D harus kaku? Koleksi Inspirasi Fleksibel di Thingiverse menampilkan model-model fleksibel. Lebar garis ditentukan oleh diameter nosel printer. Sebagian besar nosel printer memiliki diameter 0,4 mm. Jika ketebalan diatur ke 1 lebar garis, kita bisa mendapatkan struktur yang fleksibel.
8. Tetapkan toleransi secara wajar.
Untuk model dengan persyaratan yang rumit, terutama beberapa komponen mekanis, kompensasi toleransi yang wajar harus diatur sebelumnya dalam desain beberapa bagian kunci seperti struktur yang dapat bergerak, lubang penghubung, dll., dan 0,2-0,4 µm harus dicadangkan sesuai dengan kekencangan yang dibutuhkan. Tentu saja, yang paling menguntungkan adalah menyesuaikan dengan efek pencetakan aktual dari mesin Anda sendiri.





