Get the latest price?

Panduan Mencetak File STL 3D

29-07-2023

Panduan Lengkap untuk Mencetak File STL dengan Teknologi 3D

Printer 3D menghasilkan bagian tiga dimensi melalui metode manufaktur aditif. Teknologi ini menambahkan material secara berlapis untuk menghasilkan objek 3D. Sebagian besar perangkat lunak pencetakan 3D membaca format file yang dikenal sebagai STL (Standard Tessellation Language atau Standard Triangle Language). Format file STL awalnya merupakan format asli dari perangkat lunak CAD (Computer Aided Design) stereolitografi 3D Systems, tetapi telah menjadi standar industri pencetakan 3D. STL menentukan bentuk luar objek model. Sebelum mencetak model cetak 3D, gambar harus diubah dari format STL ke kode G (disebut sebagai kode mesin cetak).

Artikel ini menyediakan panduan lengkap untuk mencetak file STL 3D, termasuk proses, deskripsi, serta kelebihan dan kekurangan format tersebut.


Apa Itu File STL?

File STL adalah format file digital yang dapat dibaca oleh printer 3D dan program pengiris (slicing). File ini mendefinisikan geometri permukaan objek secara sederhana, murni geometris, tanpa mempertimbangkan estetika.   


1. Kenali Resolusi STL.

Untuk mencetak bagian dengan spesifikasi yang tepat, file STL harus dibuat pada resolusi yang sesuai. File STL mendefinisikan bentuk luar model 3D dengan membagi permukaan menjadi segitiga-segitiga yang saling terhubung. Pada resolusi yang lebih tinggi, program CAD memecah model menjadi segitiga-segitiga yang lebih kecil sehingga dapat lebih mendekati bentuk yang diinginkan. Sebaliknya, mengurangi resolusi akan menghasilkan perkiraan yang kurang akurat dan karenanya kurang diinginkan. Namun, ada keseimbangan. Seiring meningkatnya resolusi digital, ukuran file akan meningkat secara dramatis. File yang besar akan membebani komputer desain dan komputer pencetak. Dan karena setiap printer 3D memiliki batasan resolusi fisik, tidak ada manfaat untuk melampaui resolusi tersebut pada model STL digital. 


2. Pilih Pengaturan Ekspor yang Sesuai.

Pengaturan ekspor dapat memengaruhi kualitas, akurasi dimensi, dan hasil akhir permukaan bagian yang dicetak 3D. Pengaturan tersebut harus dipilih dalam perangkat lunak CAD sebelum mengkonversi model ke format STL. Sebagian besar program mengharuskan Anda untuk menentukan dua pengaturan utama saat mengekspor: toleransi/penyimpangan korda dan toleransi/penyimpangan sudut. 

Toleransi/penyimpangan korda menentukan perbedaan maksimum yang diizinkan (dalam mikron) antara permukaan CAD yang dirancang dan permukaan sisi segitiga STL. Sebagian besar ahli merekomendasikan penyimpangan korda sekitar 1/20 dari ketebalan lapisan printer, tetapi tidak kurang dari 1 mikron. 

3. Ekspor File STL dari Perangkat Lunak CAD Anda.

Hampir semua program CAD dapat mengekspor file dalam format STL, tetapi masing-masing melakukannya sedikit berbeda. Biasanya, opsi ekspor akan ditemukan di bawah 'File' dan 'Save as,' tetapi sebaiknya konsultasikan dokumentasi perangkat lunak Anda jika Anda tidak yakin. Menu ekspor seringkali merupakan tempat Anda menentukan toleransi tali busur dan sudut serta properti seperti jumlah poligon. Anda mungkin juga memiliki opsi untuk menyimpan dalam format biner atau ASCII. 

Di sisi lain, toleransi/penyimpangan sudut menentukan seberapa jauh model yang diekspor dapat menyimpang dari sudut tertentu dalam model CAD. Pengaturan standar yang direkomendasikan adalah 15°. Beberapa program mendefinisikan toleransi sudut sebagai nilai antara 0 dan 1, dengan 0 sama dengan 15°. Toleransi sudut penting dalam fitur sudut kecil yang mungkin terpotong karena ukurannya lebih kecil daripada toleransi tali busur.


Kemudian Anda dapat mengimpor ke perangkat lunak pengiris Dowell 3d untuk melakukan pengirisan, mengekspor ke gcode, dan menghubungkan langsung ke printer 3D FDM besar Dowell3d untuk mencetak. 


Dapatkan harga terbaru? Kami akan merespons sesegera mungkin (dalam 12 jam)

Rahasia pribadi