Sejarah Pencetakan 3D
1. Pada akhir abad ke-19, Amerika Serikat mengembangkan teknologi pahatan foto dan pembentukan geomorfologi, kemudian memiliki ide manufaktur inti berupa teknologi pencetakan 3D.
2. Sebelum abad ke-20, tepatnya tahun 1980-an, hanya ada sedikit printer 3D berukuran besar, sebagian besar berada di tangan "Frankenstein" dan para penggemar printer digital. Printer ini terutama digunakan untuk mencetak barang-barang seperti perhiasan, prototipe mainan cetak 3D, perkakas, perlengkapan dapur, dan sebagainya. Bahkan ada ahli otomotif yang mencetak suku cadang mobil, lalu memesan suku cadang mobil sesuai dengan model cetak 3D plastik tersebut di pasaran.
3. Pada tahun 1979, RF Householder, seorang ilmuwan Amerika, mendapatkan paten atas teknologi yang sama seperti "pencetakan cepat", tetapi teknologi tersebut tidak dikomersialkan.
4. Hingga akhir abad ke-20, para ilmuwan Amerika Serikat telah menciptakan printer yang dapat menghasilkan efek tiga dimensi, dan berhasil memasarkannya. Teknologi pencetakan plastik 3D berkembang hingga matang dan digunakan secara luas. Printer biasa dapat mencetak beberapa laporan dan data kertas datar. Printer besar 3D yang baru ditemukan ini tidak hanya mengurangi biaya objek tiga dimensi, tetapi juga merangsang imajinasi manusia.
1. Mesin printer 3D adalah mesin yang dapat mencetak objek 3D nyata. Ini adalah jenis robot industri.
Tidak hanya dapat mencetak seluruh bangunan, bahkan dapat mencetak bentuk apa pun yang dibutuhkan para astronot di dalam pesawat ulang-alik.
2. Teknologi pencetakan 3D selalu digunakan untuk membuat model dalam pembuatan cetakan, desain industri 3D, dan bidang lainnya di masa lalu. Kini, teknologi ini secara bertahap digunakan dalam pembuatan langsung beberapa produk dan semakin menyebar.
3. Teori printer 3D profesional adalah: Masukkan data dan bahan baku ke dalam mesin 3D, printer mesin 3D akan mengikuti program untuk membangun objek lapis demi lapis. Objek yang dicetak dapat langsung digunakan, dan makanan juga dapat dicetak melalui printer 3D berukuran besar.
4. Perbedaan terbesar antara printer 3D besar dan printer tradisional adalah bahwa printer 3D menggunakan bahan baku asli. Lapisan tipis yang ditumpuk memiliki banyak bentuk, dan terdapat banyak jenis filamen yang dapat digunakan untuk mencetak 3D, mulai dari berbagai plastik hingga logam, keramik, dan karet. Beberapa printer juga dapat menggabungkan filamen yang berbeda untuk membuat objek yang keras di satu ujung dan lunak di ujung lainnya.




