3. Panduan Pencetakan 3D: Material, Jenis, Aplikasi, dan Sifat
Pencetakan 3D SLS
Pencetakan 3D Selective Laser Sintering (SLS) dipercaya oleh para insinyur dan produsen di berbagai industri karena kemampuannya menghasilkan komponen yang kuat dan fungsional. Biaya rendah, tingkat produksi tinggi, dan material yang sudah mapan menjadikan teknologi ini ideal untuk berbagai aplikasi, mulai dari pembuatan prototipe cepat hingga bantuan manufaktur dan manufaktur volume rendah, sementara, atau sesuai pesanan.
Karena bubuk yang tidak melebur menopang bagian tersebut selama pencetakan, tidak diperlukan struktur pendukung khusus. Hal ini membuat SLS ideal untuk geometri kompleks, termasuk fitur internal, lekukan, dinding tipis, dan fitur negatif.
Seperti SLA, hasil cetakan 3D SLS umumnya bersifat isotropik. Permukaan hasil cetakan SLS sedikit kasar karena partikel bubuk, tetapi garis lapisan yang terlihat sangat sedikit, dan hasil cetakan 3D SLS dapat dengan mudah diproses lebih lanjut untuk meningkatkan sifat mekanik dan penampilannya.

Material pencetakan 3D SLS sangat ideal untuk berbagai aplikasi fungsional, mulai dari rekayasa produk konsumen hingga manufaktur dan perawatan kesehatan.
Material Pencetakan 3D SLS Populer
Pilihan material untuk SLS terbatas dibandingkan dengan FDM dan SLA, tetapi material yang tersedia memiliki karakteristik mekanik yang sangat baik, dengan kekuatan yang menyerupai komponen cetakan injeksi. Material yang paling umum untuk selective laser sintering adalah nilon, termoplastik rekayasa populer dengan sifat mekanik yang sangat baik. Nilon ringan, kuat, dan fleksibel, serta stabil terhadap benturan, bahan kimia, panas, sinar UV, air, dan kotoran. Material pencetakan 3D SLS populer lainnya termasuk polipropilen (PP) dan TPU yang fleksibel.
BAHAN | KETERANGAN | APLIKASI |
Nilon 12 | Kuat, kaku, kokoh, dan tahan lama. | Pembuatan prototipe fungsional |
Nilon 11 | Memiliki sifat yang mirip dengan Nylon 12, tetapi dengan elastisitas, elongasi putus, dan ketahanan benturan yang lebih tinggi, namun kekakuannya lebih rendah. | Pembuatan prototipe fungsional |
Komposit nilon | Bahan nilon yang diperkuat dengan serat kaca, aluminium, atau karbon untuk menambah kekuatan dan kekakuan. | Pembuatan prototipe fungsional |
Polipropilena | Ulet dan tahan lama | Pembuatan prototipe fungsional |
TPU | Fleksibel, elastis, dan seperti karet. | Pembuatan prototipe fungsional |
Membandingkan Material dan Proses Pencetakan 3D Plastik
Berbagai material pencetakan 3D dan proses pencetakan 3D plastik memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing yang menentukan kesesuaiannya untuk berbagai aplikasi. Tabel berikut memberikan ringkasan tingkat tinggi dari beberapa karakteristik dan pertimbangan utama.
| FDM | SLA | SLS |
Keuntungan | Mesin dan material konsumen berbiaya rendah tersedia. | Nilai yang bagus | Komponen fungsional yang kuat |
Kekurangan | Akurasi rendah | Sensitif terhadap paparan sinar UV dalam waktu lama | Perangkat keras yang lebih mahal |
Aplikasi | Pembuatan prototipe cepat berbiaya rendah | Pembuatan prototipe fungsional | Pembuatan prototipe fungsional |
Bahan-bahan | Termoplastik standar, seperti ABS, PLA, dan berbagai campurannya pada mesin tingkat konsumen. Komposit berkinerja tinggi pada mesin industri berbiaya tinggi. | Berbagai jenis resin (plastik termoset). Standar, rekayasa (mirip ABS, mirip PP, fleksibel, tahan panas), dapat dicetak, gigi, dan medis (biokompatibel). Silikon murni dan keramik. | Termoplastik teknik. Nilon 11, nilon 12, komposit nilon berisi kaca atau karbon, polipropilen, TPU (elastomer). |





